Feed on
Posts
comments

2008: Tahun pembelajaran

Dari yang smooth sampe hardcore…

Dari yang menyentuh sampe menyakitkan…

Dari jatuh sampe bangun…

Dari bodoh sampe pintar…

Dari labil sampe stabil…

Dari sedih sampe menyenangkan…
Masalah kerja, sahabat, keluarga, dan diri sendiri…

Aku kehilangan, tapi aku mendapatkan…

Aku kehilangan sahabat masa lalu karena dia mulai melihatku berbeda..

Itu mengganggu…

Aku kehilangan teman kerja karena mereka menemukan dunia baru…

Dan yang paling mengena, aku kehilangan satu yang bisa sangat memahami aku…

Tapi dari semua itu, aku sadar, aku dapat banyak yang selalu siap ada buat aku…

2009: Akankah hidupku menjadi lengkap?

Resolusiku hanya satu

Aku cuma pengen kamu untuk melengkapi hidupku…

Ini adalah ultah pertama yang aku rayakan jauh dari keluarga dan orang-orang terdekat… Engga kebayang sebelumnya mau ada rencana apa buat ngelewatin ultah… Yang ada dipikiran adalah bekerja keras, pulang kantor nelat, dan langsung tidur… Ultahku jatuh pas hari Senin which is a busy day… x)

Until u made my day different…

00.41 You called me and said “Happy Birthday”… Well, i was totally suprised…! You were the first person who said that… And i was more suprised, why it were you who be the first? I never excpected that… ^^

Manchester United shirt as my gift?

Oh no, i was so excited!! Where did u get the idea? Thank you very much… =))

Chocolates?

Nyum nyum! U made my day sweeter… ^^

Dinner?

Gosh! That was too much…………………….! At first, u didn’t want to say the place… U just asked me to go with you… And i was definetly suprised (again) when i came to the place… Not just it was totally romantic, but u looked awesome also… ;) It was my first time talked with you closely…

And in the night, u called me again until i slept nicely…

U started my best day, and u ended it awesomely….. =)

Seconds, minutes, hours after that day…. I’ve been realized something… U gave me the great and memorable gifts… U made me smile and laugh in my special day… But u know what? A chance to love you and being loved with you is the best my-birthday-gift in the world…

Priceless……………………………………………………………………………………………….

Bila aku jatuh cinta…

Aku tidak hanya mendengar nyanyian 1000 dewa dewi cinta yang menggema dunia… tidak hanya melewati indahnya mimpi…

AKu bakal menyebutkan namanya di setiap doaku…

Agar Allah tahu aku ada untuk dia…

Agar Allah ridho debar hati ini buat dia…

Bila aku jatuh cinta…

Aku akan senantiasa membebaskannya untuk kembali lagi padaku…

Mempercayai apapun yang dia lakukan untuk meraih mimpinya…

Memberi dukungan apapun agar dia berkembang…

Berlari padanya ketika dia jatuh…

Mendengarkan masukan dan keluhannya…

Membuat setiap momen bersamanya menjadi bermakna…

Menjadi yang terbaik buat dia…

Membuatnya merasa berada di tempat paling nyaman sedunia….

Dengan begitu, tanpa perlu aku bilang pun, dia pasti tahu sedalam apa rasaku…

Untuk dia yang suatu hari akan membuatku jatuh cinta…

Untuk dia yang akan menerima cintaku…

Untuk dia yang suatu hari akan merebut hatiku…

Akan aku beri cinta yang dewasa….

Di suatu sore, di hari Jumat yang cerah, baru sadar kalo charger HP ketinggalan di kantor….!!

Oh, my God, weekend terancam lowbat…

Padahal butuh banged kontak temen-temen…

Akhirnya… nekad ngecharge lewat laptop…

Bisa, siy…

Agag maksa juga…

TAPI…

Ternyata, saudara-saudara….

Ngecharge di laptop bisa bikin rusak HP!!!!

DAMN!

Gag lama setelah itu….

Memory card internal gag kebaca, foto hilang semua, musik amblas, dan yang paling parah…

LCDnya jadi blur, dan lama-lama hilaaaaanggg gambar dan tulisannyaaaa…

Hanya ada cahaya lampu terang yang menyala…

Aku gag bisa smsan, gag bisa telpon, apalagi poto!!!

NERAKA!

NERAKA!

NERAKA!

Gag sempet servis….

Kehilangan nomer telp orang sehutan…

Kehilangan poto-poto kenangan…

Kehilangan musik kesenangan…

NERAKA!

NERAKA!

Akhirnya ngerepotin pinjem salah satu HP mama…

Nunggu THR buad beli HP baru…

Edan…!!

Gag mood!!!

Aku juga engga tau kenapa bisa kayak gini lagi…

Tergoda lagi dengan banyak kemungkinan…

Dibuai sama keadaan…

Ada saatnya aku pengen berhenti sebentar dan menikmati pengabdian yang permanen, seperti dulu lagi…

Namun apa daya, keinginanku untuk tergoda mencari yang terbaik mengalahkan segalanya…

Mungkin ada saatnya aku berhenti..

Mungkin ada saatnya aku kembali mengabdi…

Yah, bener, ada saatnya aku capek…

Petualangan ini bakal berhenti…

Ketika aku menemukan dia…

Mereka: Sebuah makna

Pernah engga sih kamu merenung sebentar dan menyadari bahwa orang-orang yang ada atau pernah ada di sekitar kamu tuh ternyata bermaknaaaa banget? Bisa kasih kamu pengaruh yang besar banget? Hingga kamu bisa jadi dirimu yang sekarang ini? Bahkan, pernah engga kamu menyadari bahwa orang yang sudah berlalu atau asal lewat dalam hidup kamu pun ternyata bisa kasih kamu makna? Meski kerasanya baru sekarang?

Ya, aku bilang gini soalnya aku juga ngerasain itu. Banyak orang dateng dan pergi dalam hidupku, dengan porsi mereka masing-masing. Entah itu bikin aku hepi, semangat, jengkel, marah, sakit hati, bahkan bikin aku menyesal karena pernah kenal dengan salah satu di antara mereka.

Tapi, engga bisa dipungkiri, seperti apapun porsi mereka, mereka ternyata tetep bisa kasih aku “sumbangan” untuk ngebentuk diri aku yang sekarang ini. Efek mengenal mereka ternyata bisa jadi panjang banget.

This is my story…

Sebut aja si R. Ada banyak manusia berawalan R yang singgah di hidupku. Salah satunya adalah dia. Aku pacaran sama dia 2 tahun yang lalu. Tidak lama dan memberiku kenangan yang kurang menyenangkan. Beberapa bulan yang lalu dia datang lagi dan memberiku sugesti bahwa hanya aku adalah untuk dia. Berbulan-bulan dia mencoba mengenalku dan membuatku ingin mengenal dia. Di tengah-tengah keras kepalaku, ditengah stresku karena pekerjaan, di tengah-tengah perhatianku ke orang lain dan ditengah-tengah ketidakrestuan, dia bersabar. Sampai akhirnya meskipun aku tidak jadi kembali ke hidupnya, dia tetap berhasil dengan luar biasa memberiku makna mendalam tentang apa itu daya tahan.

Atau si I. Aku kenal dia sudah ratusan tahun. Hihi, lebih tepatnya hampir 10 tahun yang lalu. Sebuah perkenalan yang biasa, di sebuah tempat kursus bahasa inggris, di jantung kota Surabaya. Masih sama-sama pake baju putih abu-abu, dengan gaya anak muda akhir tahun 90an. Beda sekolah, tapi selama 1,5 tahun selalu di kelas yang sama di tempat kursus. Bahkan memutuskan resign bersama. Itulah awal persahabatanku sama dia. Dia yang pertama kali mengajarkan “play hard”. Bukan dalam konotasi negatif, tapi dia memberiku makna apa itu bersenang-senang. Sungguh membantuku menjadi balance. Dia mengajakku mengenal dunia luas: dunia sosial dan entertainment. Dia juga memberiku makna pertemanan, terutama bersenang-senang dengan teman-teman. Mengajariku mempertahankan hubungan teman jangka panjang. Bahkan membantu memberiku 2 orang (mantan) pacar. Hahahaha… Sekarang pola pikirku sedang searah dengannya: work hard and play hard.

Bagaimana dengan si S? Ku sudah mengenalnya selama 8 tahun. Perkenalan di SMA, dimana aku dan dia masih sama-sama goblok dan tidak memikirkan sama sekali tentang masa depan. Tidak punya prinsip. Sekarang, aku sama dia sama-sama memutar keadaan 180 derajat. Kita sudah siap untuk menghadapi tahap kesuksesan selanjutnya. Dia memberiku makna untuk bekerja keras memperjuangkan pilihan hidup kita dan makna sukses di balik semua itu.

Lalu the Y? Manusia paling logis sekaligus paling hangat. Calon pemimpin yang hebat. Perkenalan 3 tahun lalu yang berawal dari sebuah sms singkat. Berlanjut ke telepon dan pendekatan. Ternyata, aku dan dia tidak jadi terikat dan hilang kontak selama 2 tahun. Aku sedikit patah hati. Awal tahun ini, tiba-tiba kita kontak lagi. Dia datang dengan pemikiran yang jauh lebih serius. Jika dia jodohku, aku akan menjadi istri yang merasa paling aman sedunia di bawah kepemimpinannya. Cuma dia yang bisa membuatku terkagum-kagum dengan pemikiran logisnya. Itu yang membuat dia selalu yakin dan tenang dalam membuat keputusan apapun. Dia memberiku makna cinta yang dewasa dan menjadi aktor profesional.

Si B? Tak disangka. Setelah 1 tahun bekerja bersama di tempat sebelumnya, berkonflik bersama dan berlatih membentuk karakter profesional bersama, akhirnya kami berpisah setahun yang lalu. Aku bekerja di perusahaan K dan dia bekerja di perusahaan H. Hilang kontak berbulan-bulan. Ealah, ternyata sekarang dia juga ada di Jakarta. Aku dan dia sama-sama berjuang lagi secara profesional di dunia kerja yang lebih luas. Pola pikir kita nyambung banget tentang kerjaan. Saat ini, dia banyak kasih input baru dan memberiku makna tentang kemandirian.

Yang terakhir si W. Cewek gila, bebas mengekspresikan dirinya dan selalu penuh percaya diri. Tanpa beban. Awalnya, kukira dia begitu menyenangkan dan selalu bisa menghidupkan suasana. Tapi, sudah kuduga, kebebasannya itu ada kalanya menjadi tanpa batas. Membuatku khawatir. Dia akhirnya melupakan etika dan norma pertemanan. Melupakan kepekaan perasaan orang terdekat karena terlalu menonjolkan kesenangan. Tidak serius. Dan akhirnya dia menusukku dari belakang. Merebut calon partnerku yang hebat. Hanya untuk bersenang-senang. Well, anyway, sejelek apapun dia, dia memberiku makna untuk memilih menjadi lebih dewasa daripada musuh kita.

Orang-orang ini masih segelintir dari mereka yang memberiku makna. Mungkin yang lain akan kutuliskan lagi di blog selanjutnya…. =)

Hmm, ternyata solusi paling indah adalah kembali seperti semula…

Tidak lagi membiarkan ada orang yang membelokkan jalurku…

Aneh, memang…

Padahal disana dia baik-baik saja…

Akunya yang banyak tingkah…

Aku yang engga sabaran, aku yang terlalu penasaran dengan hal baru…

Akhirnya aku yang kena batunya… =P

Stop!

Dua bulan ini semuanya begitu mbulet…

Aku menemukan hal baru yang indah, tapi ternyata aku lebih nyaman dengan milikku yang lama…

Milikku yang selama ini aku lupakan…

Keyakinanku…

Godaan sudah merombak keyakinanku…

Ya ampuun…!

Dear you, tunggu saatnya tiba, kita bertemu lagi di Surabaya, untuk meneruskan milik kita yang lama… Milik kita yang indah…

Aku engga akan merusaknya lagi…

Aku milik kita…

Waaah, senangnya! Setelah weekend di Surabaya, aku sekarang seger lagi buat tarung di Jakarta. AKu bersyukur banget semua berjalan sesuai rencana. Allah Maha Besar….

Segala home-sick-diseases itu sembuh sudah!!

Aku bersyukur banget punya temen-temen dan sahabat-sahabat yang care, dan engga ngebiarin aku semakin jatuh… T_T

I’m not feeling lonely anymore…

Maafkan buat yang gak bisa aku temuin, tapi kehadiran kalian bener-bener hangat di hatiku. Begitu aku pulang, aku ngerasa deket dengan kalian semuanyah. So sweet… ^^

Dan ketika ku bertemu dengannya, ku benar-benar sudah mati rasa… Aku juga heran. Mungkin Allah memberiku mati rasa ini agar ku bisa berpikir jernih dan tidak lagi kalah dengan emosi. Membuatku kuat dan tetep cool jalani semua. Membuatku tetep nyamaaaaan banget….

Dear someone, jangan merasa bersalah dan jangan mengira aku sedih. Aku juga masih heran, aku nyantai banget hadapin semua ini. Berkah ikhlas di bulan Ramadhan…

Yang penting, segala unfinished business antara aku dan kamu itu usai sudah. Lebih dari itu, aku udah engga peduli lagi. Fiuuuh… =))

Sekarang, di mataku hanyalah satu: work hard and play hard in Jakarta!!

Me: The Denial

Denial means penyangkalan… =P

…Selama setengah tahun ini aku ngerasa melakukan banyak penyangkalan..

Terutama ketika aku jatuh, aku menyangkal kalau aku sakit..

Aku sok merasa tidak apa-apa dan kuat di depan orang-orang…

Agar mereka tahu aku selalu bisa diandalkan…

Padahal, sakit itu manusiawi…

Ada beberapa orang yang justru ingin melihat rapuhku karena ingin membantuku…

Ketika mereka melihatku baik-baik saja, mereka lega dan berlalu…

Padahal i need them most…!! Dont go away…

AKhirnya, sekarang aku lelaaaah sekaliiiii….

Denial spent lots of energy…

Dan anehnya, ketika aku merasa siap menunjukkan rapuhku ke seseorang…

Dia justru merasa tidak aman…

Dan terbeban…

Aku jadi kembali menyangkal…!

Kembali sok mengambil kontrol…

Kembali menganggap apa yang terjadi bukan kesalahan fatal..

And the worst is aku kembali menyalahkan…

Ini tidak sehat… ini yang membuatku gelisah…

Aku berat mengakui kelemahanku sendiri…

Karena di tengah kesibukanku saat ini aku engga punya waktu buat sakit hati, apalagi patah hati…

Aku gak bisa sendiri…

But this is reality!

Aku gak bisa hidup di duniaku sendiri…

Sahabat terbaikku bilang aku harus logis..

Aku harus bisa menerima semua ini…

Semua hal yang menyakitkan, semua kelemahanku, semua kesalahanku, dan semua perbuatannya hingga akhirnya jauh dari aku…

Penyangkalan ini harus aku lawan dengan ikhlas dan let it go…

Everything happens for reasons…

And i will learn something more…

Dalam hidup, Tuhan tidak memberikan orang yang kamu mau…

Tapi Tuhan memberikan orang yang kamu butuhkan…

Orang-orang itu datang dan pergi untuk mengajarimu…

Menyakitimu…

Mencintai kamu…

Dan menjadikan kamu sebagaimana seharusnya kamu…

Weekend: The Bandung

Selamat pagi!

Setelah penat selama seminggu ini…

Setelah remuk redam perasaan ini…

Setelah lelah raga ini…

Akhirnya ku bisa melarikan diri…

Bandung, aku datang lagi…!!!^^

..Semalam dua hari cukup bisa bikin aku segar lagi…

Bersenang-senang mencari kedamaian hati…

Cihui!!!!

Bubye for a while, Karawang….

Older Posts »